kerja di tempat baru, orang baru, peraturan baru, pasti penuh tantangan dan harus cepat adaptasi. Aku adalah tipe orang yang pada awalnya agak sedikit susah masuk dilingkungan baru alias pemalu tapi kalau lama-kelamaan temen2 q bilang sih aq anaknya asik, cerewet, dan agak sedikit galak.
Nah kebetulan nih, aq baru aja kerja di sebuah tempat baru, sebenarnya aq sudah kerja di sini beberapa bulan. Nah, di tempat kerja q yang baru ini awalnya ada tiga orang cewek termasuk aq, nah beberapa bulan kemudian salah satu teman kerja q berhenti bekerja.Akhirnya tinggallah aq berdua dengan temen kerja q yang cewek itu.
Temen kerja q itu sebenarnya umurnya cuma beda 1 tahun sama aq tapi untuk menghormati dia karena dia lebih awal beberapa bulan masuk dari pada aq, dan dia juga sudah menikah, ya aku panggil dia mbak. Rumahnya terbilang jauh dari kantor, dan harus naik angkot 2 kali. Oh ya, aq lupa di temapt kerja q ini juga ada 2 orang gudang dan di fasilitasi 1 unit motor. Nah, si temenq ini (kita panggil aza mbak ya), dia selalu minta dijemput di sebuah jalan yang jaraknya nggak terlalu jauh, jadi dia cuma perlu naik angkot 1 kali, kemudian di jemput sama orang gudang, dan nkadang-kadang juga simbak ini bawa pulang motor kantor.
Tapi karena belakangan keadaan kantor kurang baik, akhinrya 2 orang ini mengundurkan diri sendiri. dan yang buruk lagi motor kantor ini di bawa ke lokasi proyek, dan alhasil simbak ini nggak ada bisa bawa motor kantor ataupun di jemput. Akhirnya sih mbak minta tolong lah sama aq menjemput dan mengantar dia pulang sampai dia dapat taksi. Awalnya sih aku nggak masalah kalau dia minta antar atau jemput. Tapi nih yang namanya manusia kalau dikasih hati minta jantung. Setiap hari dia minta antar dan jemput aq, tapi yang negbetiinnya nih dia selalu datang nyaris setengah 9 atau bahkan jam 9 dan dia selalu datang dgn tampang tak berdosa. Ini nih hal yang paling aku nggak suka lagi dari si mbak itu, dulu waktu masih ada orang gudang,yang bersihin kantorkan orang gudang, tapi seteleh nggak ada orang gudang otamatis kita dong sebagai karyawan yang bersihin kantor, kan yang pake kita juga lok. Karena si mbak ini datangnya selalu siang jadi mau tidak mau akulah yang bersihin kantor yang nyapu, ngepel, dll. Si mbak ini kalau datang ya dia langsung duduk aza, si mbak cuma kadang-kadang aza bersihin kantor.
Karena sifatnya yang cuek gitu aq jadi malas dan bete kalau dia minta antar dan jemput, aq mana tiap kali aq antar mana ada terimakasihnya. Keselll kan jadinya..... aq mau nolongin dia tapi dia malah kayak gitu, mana tiap kali bos nyuruh fotocopy atau beli barang di luar kalau nggak disebut namanya mana mau dia ngajuin diri, ya akulah yang pergi karena dia nggak mau nggak mungkin kan aku nggak mau juga, bisa dipecat kita, terus pernah nih suatu kejadian waktu, sebenarnya ini tugas si mbak karena dia admin lokasi jadi dia harus nyiapin barang untuk dibawa kelokasi, waktu itu dia disuruh beli plastik untuk mobil, harusnya dia kan yang pergi beli mana udah pake motor q, tapi ini dia nggak mau pergi, waktu itu aku tanya dia kayak gini
"kamu kah yang beli atau aq?"
terus dia bilang gini " sebenarnya aq malas keluar vi"
abisss itu dia lama mikirrrrr,
karena kelamaan mikir, akhirnya aku berdiri, ambil tas habis itu aku bilang "mbak,mbak, aq tuch nggak senang kalau orang ragu-ragu mau pergi ke suatu tempat,ntar kenapa-kenapa lagi di jalan" sambil memasang muka kesel ku nih, dan dia cuma senyum nyengir kayak kuda, dan nggak merasa bersalah lagi. Akhinya aq yang pergi dech.Asli deh aku kesal banget, ada ya orang kayak gitu padahal itu kerjaan nyakan, dan hal ini nggak hanya berjalan sekali atau beberapa kali, karean sifatnya yang seperti itu, belakangan ini aq jadi rada jutek sama dia. Aku pengen banget dech nolak tiap kali dia minta antar dan jemput aku, tapi karena di kantor itu cuma tinggal aku berdua, kalau aku nolak ntar suasana dikantor jadi nggak enak, sekalipu aku nggak nolak dan selalu masang muka jutek dan bete dia tetap nggak ada rasa dan nggak pedulian.
Sebenarnya nih dari pemberhentian taksi pertama diakan bisa naik angkot lagi terus kalau nggak bisa kan dia bisa jalan kaki dan itu cuma makan waktu 20-25 menit, itu kalau mau ,usaha dan sayangnya mbak ini orangnya pemalas,dan selalu nyusahin orang, kalau aq keluar ambil tagihan dan antar invoice dia selalu nitip, ada aza yang di titip nya, dari pulsa sampe titip makan siang, kalau sekali atau 2 kali mah nggak papa, ini sering benget dan tiap kali di beliin makanan yang dia titipin, kalau nggak sesuai selera dia pasti dia bakalan bilang nggak enakm lah kemahalan lah deelel, asli aku bete banget dan nggak suka banget sama si mbak dan orang dengan tipe ini.
Terus ini lagi, gaji kami berdua itu kan di transfernya lewat atm dan dia itu nggak punya atm. Jadi gaji kami berdua di transfernya lewat atm q. Sekali waktu gaji dia terlambat dan gaji q duluan di transfer sama bos q, Nah, karena gaji q duluan otomatis aq ambil duluan dong,itu semua karena di belum ngajuin gaji.Setelah dia ngajuin, dia suruh aq cek selama 2 hari, dan selama 2 hari itu gajinya juga belom masu, dan tiap kali kita ngecek di atm kita harus bayar parkir, bukannya pelit aq tapi untuk orang kayak mbak malas banget aq baikin karena aq dah sering ngecekkin gaji dia dan nggak masuk-masuk aq jadi malas kalau di suruh ngecek. beberapa hari kemudian dia kasih tau kalau gaji dia dah masuk, sebelum dia nyuruh aku aku bilang kedia to the point kalau aq malas ke atm, kalau mau kamu ambil aza sendiri, nanti ku kasih atm nya, dan dia bilang " hari senin aza ambilnya" waktu itu kejadiannya hari sabtu.
terus aq bilang "kamu ya yang ambil soalnya aq nggak mau"
terus dia bilang "iya"
dan hari seninnya, dia nggak ada tanda2 mau ambil gajinya, ya aku diemin aza, abis itu hari selasa karena aku nggak tahun aq kasih tau dia kalau gajimu belom diambi, dan dia nggak jawab sama sekali aq nggak tau apa dia dengar atau nggak, siangnya dia baru ambil, itupun setelah dia aku kasih tau 2 kali dan 2 kali itu pun tak ada respon. gimana nggak jengkellllll, asli sekarang keadaan kantor itu kayak aneh, aq baru mau ngajak ngobrol dia kalau ada yang penting, kalau nggak ada ya aku diam aza, tapi memang si mbak nggak tau diri dan nggak tau malu.
Dan saran dari temem2 q aq di suruh bersabar, ya emang harus sabar dan semoga aku bersabar sampe dapat kerjaan baru biar tau rasa mbak itu nggak ada yang antar-jemput (emang aku ojek antar jemput tiap hari, mana nggak di bayar, nggak usah dech di bayar pake uang cukup bayar pake terima kasih, tapi untuk si mbak hal itu tidak pernah terjadi)
Untuk orang-orang dengan tipe di atas, tolong yaaa, sadar kalau kalian itu sudah menyusahkan orang lain, yang namanya kerja itu harus usaha dan mau capek kalau nggak mau capek nggak usah kerja, makan tidur aza capek, apalagi kerja, dan untuk mbak (yang aku yakin dia nggak mungkin baca ini) sadar dong mbak kalau kamu itu dah nyusahin orang dan menambah beban orang sudah antar jemput kamu aku juga harus jemput kakak q, kan nggak mungkin saudara q kutelantarkan, sedangkan kamu sendiri saudara bukan, dan tolong ya sikap tak tau diri dan cuek itu di rubah mbak, itu ngebuat orang bete tau, aq nggak bilang diri q nggak ngebetiin, tapi aq selalu sadar kalau aq buat salah dan nyusahin orang dan selalu ngomong makasih tiap kali abis minta bantuan orang lain. Belajarlah mbak ngomong makasih karena itu sangat penting dan berharga daripada uang.